06 Desember 2018
Chanel Hentikan Produksi Produk Berbahan Bulu dan Kulit Hewan

IMAJI.LIVE, MEDAN – Akhirnya merek fashion ternama dunia, Chanel, menghentikan produksi berbagai produk berbahan bulu dan kulit hewan asli. Keputusan ini dilakukan tak lain untuk enjaga standar etika dan mengikuti tuntutan sejumlah aktivis perlindungan hewan.

Langkah ini mengikuti jejak brand fashion Gucci Vivienne Westwood, Calvin Klein, dan Ralph Lauren. 

"Kami terus meninjau rantai pasokan untuk memastikan mereka bisa memenuhi harapan masyarakat. Ini menjadi kesempatan kami untuk menciptakan generasi baru bagi produk-produk high-end," ujar juru bicara Chanel, melansir CNN, Kamis (6/12/2018). 

Sebagai gantinya, Chanel akan menggunakan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan. Meskipun belum merinci bahan apa yang dimaksud.

Bruno Pavlovsky, presiden mode Chanel, menyatakan tim desainer berbakat Chanel akan bergantung pada inovasi untuk mempertahankan standar estetika yang tinggi tanpa mengorbankan etika.

Dalam pernyataannya, PETA sebagai aktivis gerakan perlakuan etis terhadap hewan menyambut baik kebijakan yang dilakukan oleh perusahan mode berbasis di Paris itu. Mereka juga mengharapkan Louis Vuitton untuk ikut serta dalam kampanye menciptakan produk fesyen tanpa ada kekejaman terhadap hewan.         

"Dan sekarang saatnya bagi perusahaan lain seperti Louis Vuitton untuk mengikuti jejak dari deret merek lainnya dan melakukan hal yang sama," ujar Wakil Presiden Eksekutif PETA, Tracy Reiman.

Gerakan utnuk mengehentikan penggunaan kulit dan bulu hewan pun telah ditandai dalam peragaan mode  London Fashion Week September lalu. Dalam ajang tersebut, tak satupun desainer menampilkan pakaian atau aksesori bulu hewan.