06 Desember 2018
Diskriminasi ODHA Masih Terjadi di Sumut

IMAJI.LIVE, MEDAN- Sampai saat ini Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) masih mendapat diskriminasi dan stigma dari masyarakat bahkan di pelayanan, meskipun telah dilakukan sosialisasi.

Menurut Focal Point Jaringan Indonesia Positif (JIP) Wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Antono hal itu disebabkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu HIV AIDS, bagaimana penularan dan pencegahannya.

"Masih ada yang berfikir orang yang HIV akan cepat meninggal dan penularannya gampang. Jadi, kalau ada yang terinfeksi HIV,  masyarakat akan menghindari seperti di Deli Serdang dan juga di pelayanan kesehatan. Dianggap bahwa penularan HIV ini gampang tertular. Padahal jika kita hanya bersentuhan biasa tidak akan tertular. Sehingga butuh pengetahuan masyarakat agar tidak salah menilai orang yang terjangkit AIDS," ungkap Antono dalam pertemuan dengan media untuk memperkuat jejaring dan mengurangi meminimalisir stigma dan diskriminasi HIV, Rabu (4/12/2018) di Medan.

Sementara untuk penularan kasus baru, kata Antono, sedikit menurun. Namun setiap bulan kasus baru terus bermunculan. Ia mengatkan, kemungkinan kasus ini tertular 5 atau 10 tahun lalu dan tahun ini baru terjadi serta tau statusnya terinfeksi HIV.

Menurut Antono, persentase kasus baru di Deli Serdang, estimasinya tiap tahun bertambah sampai seratus lebih.

"Dari data yang mengkonsumsi ARV di Deli Serdang, jauh diangka estimasi. Karena mereka kebanyakan mengaksesnya di Medan sebab lebih dekat," katanya.

Begitupun, ujarnya lagi, Pemkab Deli Serdang memberikan perhatian terhadap ODHA dan adanya program yang berjalan.

"Seperti pembentukan warga peduli Aids di Percut dan di 5 desa di Pantai Labu," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, dunia global telah memiliki strategi Fast-Track untuk mengakhiri epidemi AIDS tahun 2030. Ada 3 tujuan besar yang ingin dicapai untuk mewujudkan target Three Zero yaitu tidak ada lagi penularan HIV. Tidak ada lagi kematian akibat AIDS dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi baik pada ODHA, populasi kunci maupun kelompok rentan.

Sedangkan untuk di Deli Serdang, Antono menyebutkan epidemi kasus HIV/AIDS dari 2016 sampai September 2018 berjumlah 1.921 orang. Dari jumlah itu yang HIV 1156 dan AIDS 765 serta yang meninggal 109 orang.

"Persoalan diskriminasi yang terjadi justru kemudian melemahkan berbagai upaya penanggulangan HIV yang sudah dilakukan. Diskriminasi tidak akan hilang tanpa peran aktif dan tindakan dari semua orang untuk mengakhirinya termasuk peran media," katanya.

Pertemuan yang dibarengi dengan diskusi tersebut dihadiri Ketua JIP Sumut, Samara Yudha dan Direktur MedanPlus, Erwin serta lainnya.


  • TAGS
  • odha
  • hiv
  • aids