06 Desember 2018
Edy Rahmayadi Blak-blakan Kondisi Persepakbolaan Indonesia  

 

IMAJI.LIVE, MEDAN – Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi mengakui kondisi realitas persepakbolaan Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain.

Hal ini sebelumnya telah diungkapkan Edy di hadapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menteri, setelah sebulan dirinya menjabat sebagai Ketua PSSI.

Kini kondisi yang sama juga diungkapkannya di hadapan sejumlah insan pers dalam Silahturahmi Insan Pers dengan Gubernur Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (5/12/2018). 

“Ini saya ungkapkan sebelumnya di hadapan Presiden bersama 23 Menteri dan anggota DPR RI Komisi X. Sekarang samalah posisinya saya ini mengungkapkannya di hadapan kalian,” kata Gubernur Sumut itu.

Menurut Edy, ketertinggalan Indonesia bisa dilihat baik dari jumlah pemain, sarana stadion dan lainnya.

“Saya katakan kepada Presiden kalau kita belum memiliki pemain bola yang pas, kuantitas saja masih kurang, apalagi kualitas,” katanya. 

Berdasarkan data tahun 2016, jumlah pemain Indonesia sangat minim. Seperti Belanda memiliki 1,2 juta pemain dari 16,7 juta jiwa penduduk. Spanyol memiliki 4,1 juta dari 46,8 juta jiwa.

Kemudian Jerman memiliki 6,3 juta pemain dari 80,7 juta jiwa penduduk. Thailand 1,3 juta pemain dari 64,6 juta jiwa penduduk. Singapura memiliki 190 ribu dari 4,5 juta jiwa. Sementara Indonesia hanya memiliki pemain sebanyak 67.000 dari 250 juta jiwa.

Dalam kesempatan itu, Edy juga meminta agar wartawan jangan lagi membuat berita yang tanpa dasar apalagi membully.

“Tolong jangan lagi dibully-bully lagi saya. Kalau mau beritakan. Beritakanlah ini,” ujar Edy.

Selain itu, Edy juga mengungkapkan kondisi jumlah pelatih yang dimiliki Indonesia. Masih dari data tahun 2016. Spanyol memiliki 22.000 pelatih, Jerman 28.668 pelatih, Thailand memiliki 1.100 pelatih, Malaysia memiliki 1.810 pelatih, Singapura memiliki 170 pelatih dan Indonesia memiliki 197 pelatih.

Demikian pula kepemilikan wasit. Indonesia hanya memiliki 5 orang wasit dibandingkan Spanyol 47 wasit, Jerman 43, Belanda 41, Thailand 19, Malaysia 26, Singapura 15, dan Vietnam 19.

“Itu pun saat ini yang aktif tinggal 2 wasit,” ungkapnya.

Begitu juga untuk kondisi sarana dan prasarana seperti kepemilikan stadion. Menurutnya, Spanyol memiliki 109 stadion berstandar FIFA, Belanda 45 stadion standar FIFA dan 1.450 lapangan artifisial. Jerman 42 stadion standar FIFA dan 1.080 lapangan artifisial, Singapura memiliki 21 stadion standar FIFA dan Indonesia hanya memiliki 2 stadion standar FIFA dan 23 lapangan yang layak pakai.

“Stadion Teladan yang kita bangga-banggakan itu, tidak masuk dalam lapangan yang layak pakai itu,” kata Edy lagi. 

Oleh karena itulah, Edy mengharapkan agar media dapat memberikan dukungan kepadanya untuk bersama memajukan PSSI.

“Makanya jangan ganggu-ganggu PSSI hanya gara-gara Edy tak seperahu. Memang perlu perahu PSSI ini? Janganlah kalian ikut-ikutan, tapi doakanlah kami ini,” ajak Edy yang juga berharap terutama kepada media di Sumut untuk memberikan dukungan kepada dirinya.

“Kalau gak kalian yang bela saya, terus siapa yang bela saya,” pintanya. 

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menambahkan, dalam kondisi serba terbatas tersebut, PSSI berhasil mengukir beberapa prestasi. Bahkan, prestasi PSSI yang diraih pada tahun 2018, beberapa di antaranya ada yang baru pertama kali diraih sejak pertama kali PSSI berdiri. 

“Tim putri U-16  debut di AFC sejak pertama kali PSSI berdiri, tim putri senior lolos putaran 1 olimpiade, futsal putra memperoleh peringkat 3 AFF Championship, Futsal Putri 8 besar Asia, tim putra putri U-16 berada di peringkat 8 besar Asia, Putra U-23 memperoleh 16 besar di Asian Games, tim sepakbola pantai yang telah diaktifkan kembali sejak 2010,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu turut hadir Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, Ketua PWI Sumut Hermansyah, Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis. Serta sejumlah pimpinan media dan wartawan

 


  • TAGS
  • edy rahmayadi
  • PSSI
  • sepak bola