Bedakan Alergi dengan Intoleransi Tubuh Terhadap Makanan

HEALTHY LIFE

Ilustrasi
09 Januari 2019
Bedakan Alergi dengan Intoleransi Tubuh Terhadap Makanan

IMAJI.LIVE, MEDAN – Hampir semua orang mengaku memiliki alergi terhadap suatu makanan. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa, tidak semua yang dikatakan alergi adalah benar alergi. Bisa jadi dampak yang muncul setelah menelan suatu makanan adalah bentuk intoleran dari tubuh.  

Alergi makanan terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap makanan atau zat tertentu dalam makanan. Berbeda dengan alergi, intoleransi makanan terjadi karena tubuh tidak bisa mencerna jenis makanan tertentu.  

Meski gejalanya hampir sama, nyatanya gejala intoleransi makanan mucul setelah dimakan dalam jumlah yang banyak. Sedangkan, alergi muncul ketika makanan tersebut baru saja masuk dimakan. 

Dilansir dari Time, Rabu (9/1/2019), dalam temuan yang dipublikasikan di JAMA Network Open, peneliti mendapati hanya 11% dari 40.500 orang dewasa Amerika yang benar-benar mengidap alergi.  

Mereka menamukan 11% orang tersebut memiliki setidaknya alergi terhadap satu makanan. Menurut penelitian makanan yang menyebabkan mereka alergi yakni kerang (2,9%), susu (1,9%), kacang tanah (1,8%), kacang pohon (1,2%) dan ikan sirip (0,9%).

Jika diekstrapolasi ke tingkat nasional, itu berarti sekitar 7,2 juta orang dewasa Amerika alergi terhadap kerang, 4,7 juta alergi terhadap susu, 4,5 juta alergi terhadap kacang, 3 juta alergi terhadap kacang pohon dan 2,2 juta alergi terhadap ikan sirip. 

Alergi makanan juga umum terjadi pada anak-anak, yang memengaruhi sekitar 8% anak-anak Amerika, tetapi banyak alergi pada masa kanak-kanak yang bisa lebih besar. Di lain waktu, alergi dapat mulai pada usia dewasa: Sekitar 48% orang dengan alergi dalam studi baru ini melaporkan mengembangkan setidaknya satu dari kondisi mereka sebagai orang dewasa. 

Meskipun tingkat alergi makanan yang relatif tinggi - dan fakta bahwa 40% orang dengan alergi telah mengunjungi ruang gawat darurat karena itu - para peneliti menemukan bahwa hanya 47,5% dari mereka yang alergi telah secara resmi didiagnosis oleh dokter.


  • TAGS
  • alergi
  • alergi makanan
  • intoleransi