10 Agustus 2018
BI Sumut Prihatin Lihat Rupiah Anjlok Dibantai Dolar
IMAJI.LIVE, MEDAN - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumut miris dengan kondisi perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan nilai tukar mata uang rupiah anjlok dihantam oleh dolar.
 
Hal ini dikatakan oleh Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia ‎(BI) Sumut, Andiwiana S saat memberikan pemahaman perekonomian ‎kepada ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aula SMK Swasta Istiqlal di Jalan Stasiun, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (10/8/2018).
 
"Kalau Bank Indonesia, jangan dijadikan‎ bank. Tapi, kami pas dibilang saudaranya polisi. Kalau polisi menjaga keamanan negara, kalau Bank Indonesia menjaga kestabilan perekonomian. Kita prihatin dengan nilai tukar uang kita‎. Tugas Bank Indonesia simple, menjaga tabungan kalian juga," katanya.
 
Dikatakannya, peran dan tugas BI untuk mengawasi dan menjaga kestabilan perekonomian. Selain itu juga menjaga inflasi. Dengan demikian, pihaknya mengimbau kepada seluruh peserta melihat dan mengetahui secara detail apa-apa saja tugas BI dari keseluruhannya. 
 
"Kami Bank Indonesia sangat peduli dengan dunia pendidikan. Karena disitu anak-anak muda Indonesia berada, sehingga kami fokuskan pengenalan keuangan kepada siswa siswi," ujarnya.
Acara BI Mengajar ini, merupakan rangkaian ulang tahun BI ke-65 dan ikut serta merayakan ulang tahun Republik Indonesia ke-73. Tujuannya, agar para peserta mendapatkan pemahaman dasar dari ekonomi disampaikan oleh BI.
 
"Jika meraka terjun ke dunia profesional mereka sudah tahu. Minimal mereka tahu informasi-informasi terkait BI dan tugas-tugasnya," lanjutnya.
 
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kasek) SMK Swasta Istiqlal, Rosmidar mengucapkan terima kasih BI Sumut dan bisa bertatap muka serta memberikan pelajaran kepada siswa SMK Swasta Istiqlal.
 
"Saya mengharapkan kegiatan ini, tidak sampai diacara ini saja. Tapi, berkelanjutan dengan melakukan kerjasama antara BI dan SMK Swasta Istiqlal kedepannya. Agar siswa medapatkan ilmu perbank dan perekomoni lebih dari BI," pungkasnya.

  • TAGS
  • bank indonesia
  • BI