Gerhana Bulan Total, Mars, dan Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia Pada 28 Juli Dini Hari

NASIONAL

Ilustrasi
25 Juli 2018
Gerhana Bulan Total, Mars, dan Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia Pada 28 Juli Dini Hari

IMAJI.LIVE, MEDAN - Gerhana bulan total terlama di sepanjang abad 21 akan berlangsung pada Sabtu (28/7/2018) waktu dini hari. Gerhana ini dapat disaksikan langsung di seluruh langit Indonesia. Pada saat itu, bulan akan berwarna merah (blood moon). 

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, gerhana bulan total yang terjadi di akhir Juli termasuk istimewa. Gerhana bulan 28 Juli ini bakal berlangsung selama 3 jam 55 menit atau dengan gerhana bulan total selama 1 jam 43 menit yang dapat disaksikan mulai pukul 02.30-04.13 WIB.

Adapun fase awal sebelum dan sesudah gerhana bulan total terjadi berlangsung mulai pukul 00.13- 06.30 WIB.

Bahkan, Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan bahwa gerhana bulan paling lama selanjutnya akan terjadi pada 9 Juni 2123.

Bukan hanya bulan yang berwarna merah, planet Mars juga akan merah dan terang saat gerhana bulan total terjadi.  Hal ini juga dapat dilihat dengan mata telanjang karena pada saat itu Mars mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi. 

Adapun jaraknya yakni 57,6 juta kilometer (35,8 juta mil) dari Bumi. NASA mengungkapkan, Mars dan Bumi akan kembali berdekatan pada 15 September 2035.

"Pada saat purnama meredup dan memerah, amati bintang terang kemerahan di samping kirinya. Itulah planet Mars yang juga sedang mengalami purnama sehingga tampak seperti bintang yang sangat terang," kata Thomas.

Keistimewaan lain yang akan disaksikan yakni adanya hujan meteor. Thomas mengatakan hujan meteor akan terjadi saat puncak gerhana bulan total.

"Amati juga di atas bulan yang memerah, ada beberapa titik pancar hujan meteor khususnya yang sedang mengalami saat puncaknya pada malam itu," jelasnya.


  • TAGS
  • gerhana
  • gerhana bulan total