Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas 5 Tahun Terakhir

INTERNASIONAL

Ilustrasi
15 Juni 2019
Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas 5 Tahun Terakhir

IMAJI.LIVE – Panas yang dirasakan selama bulan Juli ternyata tak hanya berlangsung di Indonesia. 

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengungkapkan, Juli 2019 menjadi bulan dengan cuaca terpanas sepanjang lima tahun terakhir. 

Sebelumnya, rekor sebagai bulan terpanas dipegang oleh Juli 2016. 

 

Baca juga:

Katy Perry Didenda Rp39,5 Miliar Gara-gara Lagu Ini

NASA Temukan Planet Baru Pengganti Bumi

 

Berdasarkan statistic WMO yang diolah oleh Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa, suhu global pada bulan Juli adalah sekitar 1,2 derajat Celcius  di atas pra- tingkat industri.

Dilansir dari Independent, data keseluruhannya akan drilis pada Senin 5 Agustus. 

Para ahli mengatakan, naiknya suhu global pada Juli 2016 disebabkan fenomena El Niño yang sangat kuat.

Hal ini ditandai kenaikan suhu air di Pasifik khatulistiwa pusat dan timur-tengah. 

 

Baca juga:

Cara Tak Biasa Orang Eropa Atasi Cuaca Panas Jadi Tren

Jangan Asal Pakai, Ketahui Kandungan Pembersih Wajah

 

Panasnya bulan Juli 2019 juga dipengaruhi suhu panas yang datang dari Juni 2019 yang juga mencapai rekor panas disbanding Juni tahun sebelumnya. 

“Tahun ini saja, kita telah melihat catatan suhu gila-gilaan dari New Delhi ke Anchorage, dari Paris ke Santiago, dari Adelaide dan ke Lingkaran Arktik. Jika kita tidak mengambil tindakan terhadap perubahan iklim sekarang, peristiwa cuaca ekstrem ini bak puncak gunung es,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. 

 

Baca juga:

Studi Temukan Pemakai Pemula Muncul Saat Musim Panas

5 Kesalahan Pemakaian Krim Tabir Surya Pada Anak

 

Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas menambahkan, gelombang panas baru-baru ini menyebabkan kerusakan signifikan terhadap lingkungan di seluruh dunia.

 “Panas luar biasa disertai dengan pencairan es yang dramatis di Greenland, di Kutub Utara dan di gletser Eropa. Kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya menyerang di Kutub Utara selama dua bulan berturut-turut, menghancurkan hutan yang dulu murni,” jelasnya. 

 

Baca juga:

Bumi Makin Panas, PBB Ingatkan Manusia Bahaya Kenaikan Suhu 2 Derajat

WHO Rilis 10 Ancaman Kesehatan Global 2019

 

Ia mengatakan bahwa fenomena ini adalah bukti nyata perubahan iklim. 

“Itu terjadi sekarang dan akan memburuk di masa depan tanpa tindakan iklim yang mendesak,” kata Taalas.

Diketahui, suhu memecahkan rekor 75 tahun di Belanda (Gilve Rijen, 40,7C), sementara Jerman (Lingen, 42,6C), Inggris (Cambridge, 38,7C) dan Belgia (41,8C) juga mencetak rekor nasional baru. 

 

Baca juga:

BMKG Prediksi Suhu Kota Medan Capai 33 Drajat Celcius

NASA Temukan Dua Planet Baru

 

Bahkan di Helsinki, Finlandia, merkuri naik ke rekor 33.2 derajat Celcius, sementara bagian AS juga mengalami kondisi panas yang memecah rekor.

Pencairan es di Greenland membuat ilmuwan kutub percaya bahwa 2019 dapat membuat rekor baru untuk hilangnya es di Greenland.

Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim mengatakan bahwa pemanasan global 1,5C dapat menimbulkan risiko terkait iklim terhadap kesehatan, mata pencaharian, keamanan pangan, pasokan air, keamanan manusia, dan pertumbuhan ekonomi. 

 


  • TAGS
  • panas
  • suhu panas
  • global warming
  • heatwave