18 Desember 2018
Pola Berkendara Jadi Tantangan Crew Mobil Blits Jelajahi Sumatera

IMAJI.LIVE, MEDAN - Siswa - siswa SMK Swasta Teladan Medan sangat antusias mengikuti diskusi PLN Blits Explore Indonesia 'Karya Universitas Budi Luhur dan ITS' di SMK Teladan Medan, Selasa (18/12/2018). Cukup banyak pertanyaan yang dikemukakan siswa terkait mobil listrik buatan anak bangsa ini.  

Kehadiran tim PLN Blits Explorer Indonesia ke SMK Teladan untuk mensosialisasikan dan memperkenalkan hasil karya anak bangsa ini kepada remaja di Medan, khususnya penyuka otomotif.

Mobil listrik Blits (Budi Luhur – ITS) yang memulai perjalanan sejak November 2018 lalu di Pulau Sumatera, kini telah masuk ke kota Medan. Perjalanan PLN Blits Explore Indonesia memasuki kota keenam dengan menempuh perjalanan sejauh 3.584 km, yang sebelumnya memulai perjalanan dari Surabaya, Jakarta, Bengkulu, Palembang, serta Padang. Meski mengalami banyak halangan, mobil dengan lama pengisian sekitar 4 – 8 jam ini, dijadwalkan dapat meneruskan perjalanan ke Aceh pada Kamis (20/12/2018) nanti. 

Leader PLN Blits Explorer Indonesia,  Agus Muklisin mengungkapkan sejak masuk ke pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak, 16 November 2018 lalu, cukup banyak tantangan yang dihadapi mobil listrik Blits ini. Pola mengendara di setiap daerah dengan karakteristik yang berbeda - beda menjadi tantangan tersendiri dari tim Crew PLN Blits Explorer Indonesia dalam kegiatan Eksplore Indonesia menggunakan mobil listrik Blits. 

"Jadi kita perlu penyesuaian mengendara di setiap daerah, baik di Medan, Pekan Baru atau di Padang," ungkapnya dalam kegiatan di SMK Teladan Medan, Selasa (18/12/2018). 

Kendala lainnya, sambung dia, hanya kendala kecil yang mudah - mudahan bisa ditangani tim. Begitu juga dengan insiden kecelakaan sebelum memasuki Kota Medan. Blits mengalami kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil Crew PLN Blits Explore Indonesia.  

Blits mengalami kecelakaan di 60 km sebelum memasuki kota medan, dengan menabrak mobil patwal yang berada di depan. Tiba-tiba pada kecepatan 50-60 km/jam mobil patwal rem mendadak menghindari mobil pengguna jalan lainnya yang  berada di depannya. Seketika Blits tertabrak dari belakang oleh Kasuari hingga terdorong ke depan menabrak mobil patwal yang di depan Blits.  

Setelah kejadian itu mobil listrik Blits dan Kasuari langsung di towing menuju bengkel rekanan di Medan untuk perbaikan. 

"Kerusakan terparah terjadi pada Blits karena bagian depan menabrak patwal dan belakang ditabrak oleh Kasuari. Tetapi Insiden ini tidak menyurutkan semangat tim PLN Blits Explore Indonesia untuk menyelesaikan misi keliling nusantara sejauh 15.000 km,”  ungkap Project Leader Blits, Yoga Uta Nugraha. 

Ketua BPH Yayasan Budi Luhur Cakti , Kasih Hanggoro menambahkan dalam insiden kecelakaan ini yang penting Crew PLN Blits Explore Indonesia dalam keadaan selamat.  Crew Blits di lapangan bisa mengatasi masalah ini, dan tetap semangat dalam PLN Blits Explore Indonesia. 

"Ini bisa menjadikan pengalaman berarti bagi tim Blits untuk misi PLN Blits Explore Indonesia, dan menuju Rally Dakar paling ganas di dunia,” jelas Pria yang pernah mengikuti Rally Dakar di Argentina ini.  

Blits (Budi Luhur – ITS) itu sendiri didesain untuk Rally Dakar Argentina mulai dari tubular sasis, bentuk bodi, electric motor, sampai dengan ketahan baterai. Projek Blits merupakan inovasi mobil listrik yang dilahirkan dari anak bangsa sendiri, yang bisa dikenal oleh dunia.  Maka ditargetkan untuk mengikuti Rally Dakar yang merupakan rally paling ganas di dunia. Harapannya Blits bisa mengikuti Rally Dakar dengan spesifikasi canggih dan ketahanan yang mumpun.  

Sebelum mengikuti Rally Dakar, mobil listrik Blits (Budi Luhur – ITS) akan melakukan uji coba jelajah nusantara dengan tema 'PLN Blits Explore Indonesia'. 

Perjalanan Nusantara ini menempuh jarak 15.000 km, yang dimulai dari ITS Surabaya, Budiluhur Jakarta, Palemang, Medan, Aceh, Sabang, Pontianak (Pulau Kalimantan), Sampit, Balikpapan, Samarinda, Makasar (Pulau Sulawesi), Kendari, Manado, Ternate, Sorong (Papua), Manokwari, Jayapura, Marauke, Kupang, Labuan Bajo, Bima, Mataram, Bali, Banyuwangi, dan finish di Surabaya. 

Jelajah Sumatera ini Blits melakukan pengisian baterai di Rayon PLN yang berada di setiap Kabupaten atau Kota. PLN  Blits Explore Indonesia ini  bekerjasama dengan PLN untuk pengisian baterai, dan sangat  terbantu karena PLN telah siapkan alat pengisian baterai di setiap rayon Kabupaten atau Kota yang  didatangi dan melakukan pengisian baterai Blits setelah menempuh perjalanan 150-200km, dengan lama pengisian sekitar 4 – 8 jam. 

Selain itu PLN Blits Explore Indonesia juga diikuti oleh mobil hybrid series KASUARI untuk menjelajah Nusantara sejauh 15.000km. Universitas Budiluhur dan ITS dalam perjalanan ini menggandeng beberapa pihak seperti PT PLN, PT Pertamina, Kemenristekdikti, dan PT Godyear Indonesia.


  • TAGS
  • mobil listrik
  • sumatera